Atap bocor tidak bisa menunggu bayi lahir atau tumbuh besar. Namun renovasi atap menghasilkan debu, kebisingan, dan bau bahan kimia yang perlu diwaspadai ketika ada ibu hamil atau bayi di rumah. Perencanaan yang baik membantu melindungi anggota keluarga yang paling rentan.
1Debu dan serat
Membongkar plafon dan atap lama dapat melepaskan debu, kotoran, dan bahkan serat berbahaya jika atap lama mengandung asbes. Tutup ruangan yang tidak dikerjakan, pasang plastik pemisah, dan bersihkan debu dengan cara basah.
Atap asbes harus ditangani dengan prosedur khusus oleh tenaga yang kompeten.
2Kebisingan
Suara palu, gerinda, dan bor dapat mengganggu istirahat ibu hamil dan tidur bayi. Atur jadwal kerja pada jam tertentu dan beri tahu tukang tentang kondisi keluarga.
Siapkan ruangan yang lebih jauh dari area kerja untuk beristirahat.
3Bau cat dan sealant
Cat, pelapis antibocor, dan sealant tertentu mengeluarkan uap. Pastikan ventilasi baik dan, bila memungkinkan, pilih produk rendah bau. Jauhkan ibu hamil dan bayi dari area yang baru dicat hingga baunya hilang.
Konsultasikan dengan bidan atau dokter jika ada kekhawatiran.
4Pertimbangkan mengungsi sementara
Untuk renovasi besar, menginap sementara di rumah keluarga atau tempat lain selama pekerjaan paling berdebu dan bising dapat menjadi pilihan terbaik.
Pastikan area kerja aman sebelum kembali: bersih dari debu, paku, dan sisa material.