Kebanyakan orang baru memikirkan atap ketika air sudah menetes di ruang tamu. Padahal data curah hujan yang tersedia untuk publik dapat membantu merencanakan perawatan jauh sebelum musim hujan mencapai puncaknya. Sedikit membaca data dapat mencegah kerusakan yang mahal.
1Kenali pola musim di daerah Anda
Lembaga meteorologi menerbitkan prakiraan awal musim hujan dan puncaknya untuk berbagai wilayah. Setiap daerah dapat memiliki waktu yang berbeda. Daerah seperti Bogor dikenal memiliki hujan yang tinggi hampir sepanjang tahun.
Catat bulan-bulan dengan curah hujan tertinggi di wilayah Anda sebagai acuan.
2Jadwalkan inspeksi sebelum puncak hujan
Waktu terbaik memeriksa dan memperbaiki atap adalah beberapa minggu sebelum musim hujan mencapai puncaknya, ketika cuaca masih relatif kering. Pekerjaan di atap saat hujan berbahaya dan hasilnya kurang baik.
Inspeksi kedua setelah musim hujan membantu menemukan kerusakan yang muncul.
3Membaca intensitas hujan
Curah hujan harian memberi gambaran umum, tetapi intensitas hujan, yaitu berapa milimeter turun dalam waktu singkat, lebih menentukan kapasitas talang. Hujan lebat dalam satu jam dapat membuat talang meluap meskipun total hujan hariannya tidak terlalu besar.
Gunakan kalkulator debit talang di beranda kami untuk memperkirakan aliran air dari atap Anda.
4Catat riwayat kebocoran
Buat catatan setiap kali terjadi kebocoran: tanggal, lokasi, dan kondisi hujan. Dari catatan ini, Anda bisa melihat apakah bocor hanya terjadi saat hujan disertai angin dari arah tertentu atau saat hujan sangat lebat.
Informasi ini sangat membantu tukang atap menemukan sumber masalah.