Pilihan material atap terus berkembang. Genteng tanah liat yang sudah dipakai turun-temurun kini bersaing dengan genteng beton, keramik, atap metal, dan berbagai produk baru. Tren lain seperti atap yang memantulkan panas dan panel surya juga mulai mengubah cara orang memandang atap.
1Genteng tradisional dan modern
Genteng tanah liat memiliki kesan alami dan menyerap panas dengan baik, tetapi relatif berat dan dapat berlumut. Genteng beton lebih seragam ukurannya, sedangkan genteng keramik berglasir tahan lumut dan tampil mengilap.
Ketiganya membutuhkan rangka yang kuat karena bobotnya.
2Atap metal
Atap metal berlapis, seperti lembaran gelombang atau genteng metal, lebih ringan dan cepat dipasang. Kekurangannya adalah suara hujan yang lebih keras dan panas yang lebih cepat merambat jika tidak diberi lapisan peredam dan insulasi.
Kualitas lapisan anti karat sangat menentukan umur atap metal.
3Atap dingin
Atap dengan warna terang atau lapisan reflektif memantulkan sebagian sinar matahari sehingga suhu di bawahnya lebih rendah. Di iklim tropis, pendekatan ini dapat membantu mengurangi panas di dalam rumah.
Insulasi di bawah atap tetap penting untuk hasil yang optimal.
4Panel surya di atap
Pemasangan panel surya di atap rumah semakin diminati. Sebelum memasang, pastikan atap dalam kondisi baik, rangka mampu menahan beban tambahan, dan titik pemasangan dirancang agar tidak menimbulkan kebocoran.
Konsultasikan dengan penyedia panel surya dan tenaga atap yang berpengalaman sebelum memulai.