Dilihat dari atas, atap genteng tampak seperti pola kotak-kotak yang rapi. Namun keteraturan itu bukan sekadar estetika. Setiap genteng dipasang menumpuk sebagian di atas genteng di bawahnya sehingga air hujan selalu mengalir ke bawah dan keluar dari atap.
1Prinsip tumpang tindih
Genteng atau sirap dipasang dari bawah ke atas, dengan baris di atas menutupi sebagian baris di bawahnya. Air yang jatuh di genteng atas mengalir ke permukaan genteng di bawahnya, bukan ke celah sambungan.
Banyak genteng memiliki kait dan alur yang dirancang untuk mengunci posisi dan menahan air.
2Jarak reng yang tepat
Reng adalah kayu atau baja ringan tempat genteng dikaitkan. Jarak reng harus sesuai ukuran genteng yang dipakai. Jarak yang terlalu lebar membuat tumpang tindih kurang dan rawan bocor, sedangkan jarak terlalu rapat membuat genteng tidak terpasang sempurna.
Ikuti spesifikasi dari produsen genteng.
3Kemiringan dan arah angin
Setiap jenis penutup atap memiliki kemiringan minimum agar air mengalir cukup cepat. Atap yang terlalu landai untuk jenis gentengnya rawan bocor, terutama saat hujan disertai angin.
Di daerah berangin kencang, pemasangan pengunci atau pengikat tambahan dapat mencegah genteng terangkat.
4Kesalahan yang sering terjadi
Genteng yang retak tetapi tetap dipasang, nok atau bubungan yang tidak tertutup rapat, pertemuan atap dengan dinding tanpa pelindung, dan genteng yang tidak terkait dengan benar adalah penyebab umum kebocoran.
Pemeriksaan teliti setelah pemasangan dapat mencegah masalah di musim hujan pertama.