Lembaran atap bergelombang dari asbes semen banyak dipakai pada bangunan lama karena murah dan tahan lama. Namun serat asbes yang terlepas ke udara diketahui berbahaya bagi kesehatan. Pemilik rumah perlu memahami risikonya sebelum memperbaiki atau mengganti atap jenis ini.
1Mengapa asbes berbahaya
Serat asbes sangat halus dan dapat terhirup jauh ke dalam paru-paru. Paparan serat asbes dikaitkan dengan penyakit paru serius dan kanker, yang sering baru muncul bertahun-tahun setelah paparan. Organisasi kesehatan dunia merekomendasikan penghentian penggunaan semua jenis asbes.
Risiko terbesar muncul ketika material asbes dipotong, dibor, diamplas, atau dipecahkan sehingga seratnya terlepas.
2Kapan atap asbes berisiko
Lembaran asbes yang utuh dan tidak terganggu melepaskan serat lebih sedikit. Lembaran yang rapuh, retak, berlumut, atau lapuk karena usia lebih berisiko. Membersihkan dengan sikat kawat atau semprotan bertekanan tinggi dapat melepaskan serat.
Jika ragu apakah atap Anda mengandung asbes, anggap saja mengandung asbes sampai dipastikan sebaliknya.
3Yang tidak boleh dilakukan
Jangan memotong, mengebor, mengamplas, atau memecahkan lembaran asbes sendiri tanpa perlindungan dan prosedur yang tepat. Jangan membakar atau membuang sisa asbes sembarangan bersama sampah rumah tangga.
Jauhkan anak-anak dan anggota keluarga dari area kerja saat ada pekerjaan yang melibatkan asbes.
4Penanganan yang aman
Penggantian atap asbes sebaiknya dilakukan oleh tenaga yang memahami prosedur penanganan asbes, termasuk membasahi material untuk mengurangi debu, memakai alat pelindung pernapasan yang sesuai, membungkus material, dan membuangnya sesuai ketentuan.
Jika Anda khawatir pernah terpapar asbes atau memiliki keluhan pernapasan, konsultasikan dengan dokter. Artikel ini bersifat informasi umum.