Rumah dan villa di daerah pegunungan menawarkan udara sejuk dan pemandangan indah. Namun atapnya bekerja lebih keras: angin kencang, kabut yang hampir setiap hari, kelembapan tinggi, dan hujan yang sering turun. Atap di daerah seperti ini memerlukan perhatian khusus.
1Angin kencang
Angin di lereng gunung dapat mengangkat genteng atau lembaran atap, terutama di tepi dan nok. Pengikatan tambahan, sekrup yang sesuai, dan pemasangan bubungan yang kokoh membantu mencegah kerusakan.
Setelah angin kencang, periksa genteng yang bergeser.
2Kabut dan kelembapan
Kelembapan tinggi membuat bagian atap lebih lama basah. Kayu rangka dan reng lebih rentan lapuk dan berjamur jika ventilasi di bawah atap kurang.
Ventilasi atap yang baik membantu udara lembap keluar.
3Lumut dan tanaman
Lumut tumbuh subur di genteng yang jarang terkena matahari. Lumut menahan air dan dapat menghambat aliran air hujan. Bersihkan dengan hati-hati tanpa merusak genteng, dan hindari semprotan bertekanan sangat tinggi.
Genteng berglasir cenderung lebih tahan terhadap lumut.
4Jadwal perawatan
Lakukan inspeksi lebih sering dibanding rumah di dataran rendah, misalnya setiap beberapa bulan, terutama setelah musim angin. Pastikan talang tidak tersumbat daun dari pepohonan sekitar.
Pekerjaan di atap pada kondisi berkabut dan licin sangat berbahaya, jadi pilih waktu yang cerah dan gunakan alat pengaman.