Dapur yang sering dipakai memasak, apalagi untuk usaha kuliner, biasanya memiliki cerobong atau pipa exhaust yang menembus atap. Titik tembus seperti ini adalah salah satu sumber kebocoran yang paling umum, karena sambungan antara pipa dan atap harus menahan air sekaligus panas.
1Flashing di sekeliling pipa
Flashing adalah pelindung berbentuk kerah atau lembaran yang dipasang di sekeliling pipa untuk mengarahkan air menjauh dari lubang. Flashing harus dipasang menyatu dengan susunan genteng atau lembaran atap, bukan hanya ditempel di atasnya.
Pilih flashing yang tahan panas untuk cerobong yang mengalirkan asap panas.
2Kap pelindung hujan
Ujung cerobong sebaiknya dilengkapi kap pelindung agar air hujan tidak masuk langsung ke dalam pipa, sekaligus mencegah burung atau serangga bersarang.
Kap juga membantu mencegah angin mendorong asap kembali ke dalam dapur.
3Sealant yang tepat
Gunakan sealant yang tahan cuaca dan, bila diperlukan, tahan panas. Sealant biasa dapat retak karena panas dan sinar matahari.
Sealant adalah pelengkap, bukan pengganti flashing yang dipasang dengan benar.
4Pemeriksaan rutin
Periksa sambungan pipa dengan atap secara berkala, terutama sebelum musim hujan. Bersihkan juga endapan minyak pada exhaust dapur, karena endapan minyak dapat menjadi risiko kebakaran.
Noda air di plafon dekat pipa cerobong adalah tanda awal kebocoran.