Rangka adalah tulang punggung atap. Di Indonesia, dua pilihan yang paling umum adalah kayu dan baja ringan. Keduanya bisa awet dan aman jika dipilih dan dipasang dengan benar, tetapi memiliki karakter yang berbeda.
1Rangka kayu
Kayu adalah material tradisional yang mudah dibentuk dan diperbaiki. Kayu berkualitas yang diawetkan dapat bertahan lama. Kelemahannya adalah risiko rayap, pelapukan akibat kelembapan, dan kualitas kayu yang tidak selalu seragam.
Pengawetan kayu dan ventilasi atap yang baik sangat penting.
2Rangka baja ringan
Baja ringan tahan rayap, ringan, dan ukurannya seragam. Pemasangannya cepat jika dilakukan oleh aplikator berpengalaman. Kelemahannya adalah risiko karat jika lapisan pelindung rusak dan ketergantungan pada perhitungan serta pemasangan yang tepat.
Sambungan dan sekrup harus sesuai spesifikasi.
3Perhitungan dan pemasangan
Apa pun materialnya, rangka harus dihitung sesuai bentang, kemiringan, dan berat penutup atap. Rangka baja ringan sangat bergantung pada desain dari penyedia atau perencana.
Hindari mengurangi ukuran atau jumlah batang demi menghemat biaya.
4Pemeriksaan rutin
Periksa rangka kayu dari tanda rayap, kayu lapuk, dan sambungan longgar. Periksa rangka baja ringan dari karat, sekrup lepas, dan batang yang melengkung.
Atap yang melendut atau retakan di plafon dapat menandakan masalah rangka yang harus segera ditangani.